Sabtu, 20 Oktober 2012

Cara Membuat Preparat Segar


·         PEMBUATANPREPARAT SEGAR

      Sediaan (preparat) mikroskopis• merupakan objek yang akan diamati menggunakan              mikroskop• spesimen diletakkan di atas kaca benda, diberi medium tertentu dan ditutup dengan kaca penutup• spesimen dapat berupa irisan atau ”utuh”.
  • 3 JENIS PREPARAT• Preparat segar merupakan sediaan yang dibuat pada saat akan melakukan pengamatan dan biasanya menggunakan medium air.• Preparat semi awetan hampir sama dengan sediaan segar tapi medium yang digunakan adalah zat yang dapat menahan penguapan sehingga tahan sampai beberapa hari.• Preparat awetan merupakan sediaan yang dibuat melalui beberapa tahap perlakuan agar sediaan dapat disimpan dalam waktu yang selama mungkin.
  • Macam-macam irisan berdasarkanbidang pemotongan• Irisan melintang (c.s. atau x.s=cross section)• Irisan membujur (l.s=longitudinal section) – Radial – Tangensial
  • CARA MEMBUAT IRISAN MELINTANG DAUN• Siapkan bahan yang akan dibuat irisannya• Siapkan gabus atau empulur umbi kayu dan belah salah satu ujungnya menjadi 2• Selipkan bahan yang akan dibuat irisan pada belahan gabus• Pegang erat-erat gabus di dekat belahan kemudian iris ujung belahan gabus setipis mungkin
 Buatlah irisan yang banyak dan tampung dalam wadah berisi air• Pilih irisan yang terbaik
  • CARA MEMBUAT SAYATAN EPIDERMISDAUN• Balutkan helaian daun pada pensil atau pada jari tangan anda sendiri• Buat sayatan setipis mungkin dengan arah sejajar permukaan helaian
  • CARA MEMBUAT PREPARAT SEGAR• Siapkan gelas benda dan penutupnya yang benar-benar bersih dari kotoran yang akan mengganggu pengamatan.• Letakkan spesimen yang akan diamati pada gelas benda yang sudah ditetesi air secukupnya sebagai medium• Dengan bantuan jarum preparat, letakkan gelas penutup dengan posisi 450 dari gelas objek, pastikan penutup menyentuh tepi medium.
 Turunkan jarum preparat perlahan-lahan supaya ketika gelas penutup menutupi medium tidak ada gelembung udara yang terjebak• Jangan memegang gelas penutup pada permukaannya.
  • Serat kapuk randu (Ceibapentandra)
  • Serat kapas (Gossypium sp.)
  • CARA MEWARNAI• Untuk memperjelas pengamatan bisa diwarnai dengan zat warna tertentu dengan cara meneteskan satu tetes zat warna di salah satu sisi kaca penutup dan letakkan kertas saring di sisi sebaliknya untuk menyedot air (medium)
  • Cetakan epidermis daun 1. Alat dan Bahan •Daun •Kaca preparat •Lem transparan yang mudah kering •Mika transparan 2. Cara Kerja: • teteskan lem di salah satu permukaan potongan mika • tempelkan potongan mika sudah diberi lem pada permukaan daun • potong mika berukuran (2 x 2) cm • setelah lem kering lepaskan plastik dan letakkan di atas kaca preparat
  • Perkecambahan serbuk sari secarain vitro• Alat dan Bahan: – Serbuk sari dari tanaman tapak dara (Vinca rosea) atau yang lain – Agar (± 1%) dengan sukrosa 10-20% – Kaca benda dan penutupnya, mikroskop, gelas beaker, cawan petri, obyektif dan okuler mikrometer, lampu spiritus, kertas saring, tusuk gigi.
  • Membandingkan jaringan parenkimdan kolenkim Alat dan Bahan:• Tangkai daun sledri (Apium graveolens)• kaca benda dan kaca penutup• Air• silet tajam• Pinset• pipet tetes
  • Cara Kerja: • Buatlah irisan melintang Tangkai daun sledri (Apium graveolens) setipis mungkin • Letakkan irisan pada kaca benda yang sudah diberi air. • Tutuplah dengan kaca penutup secara perlahan supaya tidak timbul gelembung udara yang akan mengganggu saat pengamatan • Amati ciri-ciri parenkim dan kolenkim
  • • Cara Kerja: – Panaskan larutan sukrosa dan agar sampai agar-agar larut. – Teteskan larutan tersebut (media agar) pada kaca objek – Ambil benang sari dengan menggunakan pinset, kemudian taburkan serbuk sari pada media tersebut. – Simpan kaca obyek dalam cawan petri, untuk menjaga kelembaban serbuk sari letakkan kertas saring basah pada alas cawan petri kemudian ditutup. – Amati di bawah mikroskop tiap interval waktu 10 menit sampai serbuk sari nampak berkecambah. Catat kapan serbuk sari mulai berkecambah
  • Kolenkim pada tangkai daun sledri (Apium graveolens)
  • Parenkim udara (aerenkim) • Aerenkim pada tangkai daun eceng gondok
  • Parenkim penimbun • Par. Penimbun pada umbi kentang mengandung butir amilum
  • Trikoma daun tembakau
  • Endokarpium Cocos nucifera

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Hai Sobat Bloggerrr.....???!!!
Jika sudah membaca artikel Saya,
Jangan lupa tinggalkan komentar , yahh...???
Terimakasih ^_^ .